BIPAF

FAKULTAS PENDIDIKAN SENI DAN DESAIN, 

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

menggelar

BANDUNG ISOLA PERFORMING ARTS FESTIVAL (BIPAF)

21-22 OKTOBER 2017

 

 Tentang BIPAF

Bandung Isola Performing Arts Festival (BIPAF) 2017 adalah sebuah festival yang menjadi wadah promosi karya seni pertunjukan inovatif yang diselenggarakan oleh Fakultas Pendidikan Seni dan Desain Universitas Pendidikan Indonesia. Jika BIPAF 2016 digelar pada indoor dan outdoor stage, maka BIPAF 2017 ini didesain untuk outdoor stage saja dengan mengambil latar bangunan heritage “Villa Isola” UPI.  Tema festival adalah “Identity and Community”. BIPAF ingin menampilkan identitas kampus dengan bangunan heritagenya dan sekaligus menjadi ajang networking kommunitas seniman seni pertunjukan, baik dalam maupun luar negeri. BIPAF 2017 akan menampilkan showcase lima karya seni pertunjukan dan tiga karya dalam bentuk presentasi atau pitching, dilanjutkan dengan diskusi bersama para direktur festival. Diharapkan melalui BIPAF ini akan muncul karya-karya inovasi unggulan seniman Kota Bandung dan Indonesia, serta karya kolaborasi lintas negera. Diharapkan juga, terbangun networking dan kerjasama UPI secara nasional dan internasional.

Showcasing, 21 Oktober 2017, jam 19.30 s.d. 23.00 di Villa Isola UPI

  1. Touching Unknown People karya yang digarap secara kolaborasi antara koreografer Korea, Park Na Hoon, dan Ayo Sunaryo, Indonesia. Untuk menggarap karya ini diawali dengan workshop mengenai teknik-teknik koreografi untuk 30 mahawiswa Departemen Pendidikan Seni Tari UPI, dengan instrukturnya Park Nahoon dari Korea.  Lalu dipilih 10 penari untuk karya kolaborasi ini yang digarap dari tanggal 12 s.d. 19 Oktober 2017 di Bandung.
  2. Three Airs karya Park Nahoon dari Korea. Karya ini menggambarkan tiga mahluk hidup yang aneh berisi udara. Karya ini ditampilkan oleh tiga penari yaitu Park Sang Joon, Moon Hyung Su, dan Kim Sang Gak dan didukung oleh Operator musik, Ji Hoon Yum;  Lighting designer An Yun Mi;  dan Stage Assistant,  An Young Mi. Karya ini pernah dipentaskan dalam Solo Internasional Performing Arts (SIPA) 2016 di Surakarta.
  3. Hanoman Duta karya Tatang Taryana & Iwan Gunawan. Karya ini diambil dari sebagian ceritera Ramayana. Ceritera ini mengisahkan Hanoman, Kera Putih, yang menjadi utusan Rama untuk menemui Shinta, istrinya, yang diculik oleh Prabu Rahwana dari Alengka. Karya ini pertama kali diproduksi oleh UPT Kebudayaan, Kabumi UPI, dan FPSD UPI untuk muhibah ke Mumbai, India, September 2017.
  4. Cepot Hamot Hamong Hamemangkat (CH 3) karya Citra Nuranteni Putri. Karya ini menggambarkan sosok Cepot, salah seorang tokoh Panakawan dalam Pewayangan yang mewakili kalangan rakyat biasa yang memiliki sifat keterbukaan (hamot), mampu menyaring unsur baru (Hamong), dan menstilir sesuatu nilai menjadi nilai baru (hamemangkat). Perannya adalah sebagai penghibur dan penyeru kritik social. Karya ini merupakan hasil ujian master penciptaan seni di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.
  5. Nyai Waranggana karya Asep Kusmana dari Komunitas LIKA Subang. Karya ini menggambarkan tokoh perempuan dalam ceritera Nyai Waranggana yang mengalami tekanan dari budaya patriarki dan industrialisasi di Subang. Perpaduan antara kehidupan factual dan kisah buruh perempuan masa kolonialsime ditampilkan dalam kisah penari perempuan yaitu ronggeng.

 

Diskusi, 22 Oktober 2017, jam 9.00 s.d. 13.00 di Gedung FPSD lantai 1 UPI  

Diskusi untuk meningkatkan networking seniman seni pertunjukan Indonesia dan luar negeri akan dihadirkan para ahli yaitu:

  • Eko Supriyanto, Direktur Ekodance Company dari Solo,
  • Rama Thaharani, Promotor Seni Pertunjukan Indonesia dari Jakarta,
  • Dra Irawati Kusumorasri, M.Sn., Direktur Solo Performing Arts (SIPA) dari Solo,
  • Nungki Kusumastuti, representative Direktur International Dance Festival (IDF) dari Jakarta.

Peserta diskusi antara lain adalah para seniman yang telah menampilkan karyanya pada showcase BIPAF 2017 dan tiga karya terpilih outdoor stage dari BIPAF 2016 (Irwan Fitriawan, Wildan Kurnia, dan Devi Supriatna). Kami mengundang juga para seniman seni pertunjukan yang berminat untuk meningkatkan networking.

BIPAF 2017 terlaksana berkat dukungan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (RistekDikti), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Korean Cultural Center (KCC) Indonesia, Korean Arts Management Service (KAMS), dan Dancer’s Career Development Center.

Alamat Sekretariat BIPAF:

Gedung FPSD UPI lantai 1, Jl. Setiabudi 229 Bandung 40154

Kontak person:  Ayo Sunaryo, 08156239596, fax 062-222009198, Email. bipaf.fpsd@gmail.com

You May Also Like