Dongeng dan Batik Malam Dingin

Tradisi dalam Dongeng dan Batik Malam Dingin

Perayaan hari ibu setiap tahunnya dirayakan oleh sejumlah alumni Pend. Seni Rupa UPI Bandung selaku pendiri komuitas 22 ibu dalam suatu pameran bersama yang melibatkan hampir mayoritas anggotanya. Keanggotaannya melebar dengan melibatkan sejumlah dosen antar pereguatuan tinggi seni rupa dan pengajar seni rupa di Bandung, Jabotabek serta sebagian kecil yang mukim di luar negeri. Pameran kali ini dibuka oleh Prof. Dr. Setiawan Sabana, M.F.A. dengan tajuk FABEL dan media batik malam dingin (gutta tamarine). Pada kain. Pameran ini dikuratori oleh Almira Belinda Zainsyah yang terselnggara di Griya Seni Popo Iskandar sejak 22 desember 2019 hingga 10 Januari 2020. Pada kegiatan ini diselenggarakan loka karya batik gutta tamerine untuk umum oleh para peserta dan komunitas 22 ibu. Tema yang diangkat menyoal aspek alam, budaya, tradisi serta identitas pada sajian karya yang representasional, sebagian berkecenderungan dekoratif dan datar. Karya-karya terformat secara vertikal agar banyak anggota bisa terlibat dan siasat ruang yang terbatas. Disamping itu pameran ini sebagai amsal kolaborasi k reatif antara irisan sastra dan seni rupa

You May Also Like