Sulap Bekas Bungkus Mi Instan Jadi Karya Seni Rupa

Sulap Bekas Bungkus Mi Instan Jadi Karya Seni Rupa

Atikel ini adalah hasil dari penulis

Rayhadi Shadiq | 3 hari yang lalu dalam situs web site:

https://beritabaik.id/read?editorialSlug=seni&slug=1598499126493-sulap-bekas-bungkus-mi-instan-jadi-karya-seni-rupa

Bandung – Pameran bertajuk ‘Zero Waste Lifestyle Collage Project’ berlangsung di Rumah Zafa, Jalan Sukawangi No. 45 Bandung. Mengusung konsep open studio, pameran ini menampilkan karya lukis bertema “Bandung Heritage” dengan media sampah mi instan.

Adalah Tri Karyono, seniman sekaligus dosen Seni Rupa di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung yang menjadi kreator di balik pameran ini. Seniman berusia 54 tahun tersebut membuat lukisan gedung dengan tema Bandung Heritage dan memadu padankan sampah plastik bekas bungkus mi instan. Gedung-gedung tersebut antara lain Gedung Merdeka, Gedung Indonesia Menggugat, Nedhandel NV, Gereja Katedral, Isola Universitas Pendidikan Indonesia, dan beberapa gedung lainnya.

Saat dikunjungi di studionya, Tri menyebut ini merupakan konsep reuserecycle, dan re-design dalam mengelola sampah yang kemudian ia kaitkan dengan kegiatan seni rupa. Lebih lanjut lagi, secara filosofis ia menyebut pemilihan tema gedung heritage di Bandung merupakan upaya menelusur lorong waktu di masa lampau lewat karya. Hal itu kemudian dikolaborasikan dengan fenomena hari ini, yaitu masalah sampah plastik.

Ditanya mengenai material, Tri menjawab pemilihan bungkus mi instan sebagai material dikarenakan material sampah plastik satu ini sudah punya ragam warna yang bisa dikombinasikan. Selain itu dari aspek ketebalan, media ini lebih mudah dan rekat saat dilakukan pengeleman.

“Ada hitungan yang menyebut kalau sampah rumahan kita itu yang paling banyak adalah sampah mi instan,” kata Tri.

Dua kantung besar berisi bekas bungkus mi instan kemudian ia pilah warnanya sebelum diolah jadi material. Lalu kemudian ia menggabungkan permasalahan hari ini dan masa lampau dengan karya yang dipamerkan. Lebih lanjut, ia mengaku terinspirasi dari beberapa tempat yang pernah dikunjunginya selama proses berkarya.

Ia menyebut salah satunya adalah Peru. Saat berkunjung ke negara ini, Tri melihat bangunan-bangunan ala kerajaan Spanyol masih ditata, bahkan digunakan sebagai kantor-kantor seperti pemerintahan, atau dijadikan fasilitas umum tanpa mengubah bentuk aslinya.

Mengaitkan pengalamannya dengan karya ini, Tri menyebut karya lukisan gedung Bandung Heritage dalam pameran ini bukan semata-mata karena ia terlena akan masa lalu atau sejarah, namun untuk mengingatkan kembali bahwa di Indonesia pernah ada gedung-gedung tersebut.

“Perspektifnya kalau melihat masa lalu itu bukannya kita bernostalgia dengan peninggalan bangsa lain, bukan. Saya coba menggambarkan, bahwasannya dulu di Bandung, pernah ada loh gedung-gedung ini, dan masih beroperasi pula sampai hari ini,” katanya.

Ia percaya, karyanya dalam pameran ‘Zero Waste Lifestyle Collage Project’ bisa jadi salah satu bentuk upaya mengubah energi sampah plastik yang mungkin akan terbuang begitu saja, menjadi lebih bermanfaat. Terlebih, ia memperhatikan betul unsur estetikanya, sehingga sampah yang dipamerkan sebagai karya tidak lagi bisa dilihat sebagai sampah.

Konsep open studio yang dilakukannya berkaca pada situasi pandemi yang masih berlangsung di Indonesia, sehingga rasanya belum memungkinkan bagi dirinya untuk membuka pameran dengan skala pengunjung yang besar. Open studio itu sendiri disebutnya merupakan pameran yang dilangsungkan berdasarkan ‘pesanan para pengunjungnya. Jadi, pengunjung bisa hadir ke pameran ini dengan cara menghubungi seniman atau pemilik galerinya terlebih dahulu.

Melalui pameran ini, Tri berharap karya-karyanya dapat menjawab permasalahan utamanya masalah sampah, paling tidak di lingkungan tempat dirinya tinggal. Ia juga menyebut, bukan mustahil jika material sampah lainnya akan dipoles menjadi karya baru nantinya.

TemanBaik, sebagai informasi, pameran ‘Zero Waste Lifestyle Collage Project’ merupakan salah satu dari rangkaian Bandung Art Month dan akan berlangsung hingga 20 September 2020 mendatang. Kamu bisa menghubungi langsung Tri lewat akun Instagram @trizafa2 apabila ingin melihat inovasi karya penggabungan masa lalu dan masa kini.

Foto: Rayhadi Shadiq/beritabaik.id

 

You May Also Like