PANORAMA BERJARAK

PANORAMA BERJARAK

Pameran bersifat;  on line

Seniman; Ayip Komarudin alumni 1990, M. Oscar Sastra, Entri Skmantri alumni 2003, M. Surya Gumilang alumni 2006, Balebat Ligar alumni 2006

Waktu pameran; diperpanjang di bulan oktober 2010

kurator;  ardiyanto M.Sn

Para peserta adalah alumni Dept. Pend. Seni Rupa terdiri dari lintas angkatan dan salah satu dosen: M. Oscar sastra yang menekuni media cat air. Pameran ini adalah kumpulan tafsir personal baru terhadap kondisi pandemik yang mendera kita dapat diamati dari karya-karya perupa kali ini. Berbagai kekaryaan ini merupakan jembatan atau jendela personal saat mengamati, menafsirkan, memikirkan terhadap berbagai peristiwa dan informasi yang diserap para peserta. Tentunya menyertakan pemandangan pikiran, peristiwa, kesan, pengalaman, memori serta sikap personal masing-masing. Pemandangan pada konjteks ini tidak hanya representasi kekaguman terhadap bentang, relasi alam dengan manusia dan Sang Pencipta. Tendensi ini dmana karya berobjek pemandangan kerap dituduh hanya menyajikan kemolekan alam tropis saat itu. Namun dapat mengandung muatan transaksi humanisme yang lebih luas.  Transaksi atas kehati-hatian dalam lingkup tubuh, wabah, imunitas, daya hidup, hingga beririsan dalam konteks geografi, sosial, politik, sejarah atau juga ‘budaya baru’. Pemandangan yang melahirkan alinenasi baru yang memisahkan diri dalam memandangan massa seta masa di seberang depan kita. Landscape terdiri dari berbagai batas ini dialami secara fisik, mental dan pikiran dalam menghadapi ketidaknormalan sekaligus kenormalan yang dikontruksikan secara global.  Ihwal pemandangan ‘batas’, sekaligus distansi yang berisikan keberjarakan yang semakin kompleks.

“PANORAMA BERAJARAK” kali ini menyajikan sensibilitas serta pengalaman bervariatif dalam menyikapi berbagai kondisi saat ini. Suatu panorama empati dan simpati yang diharapkan dapat menggerakan optimisme, daya juang serta kepercayaan diri untuk terus menghadapi pademi raksasa ini.  Pemandangan yang tak terbayang, bahkan tak teralami sebelumnya. Suatu kumpulan pemandangan hasil observasi dimana merepresentasikan berbagai jarak fisik serta mental. Berdasra pada sesuatu yang paling dekat atau akrab, bahkan  intim dan pribadi, antara lain disajikan aktiftas human figure (Balebat Ligar: “Tanjung Berjemur” & “Masker”), amatan sedang (jarak medium) menyoal kehidupan sosial seharian dalam lanskap kehidupan saat ini (karya M. Oscar Sastra: “Ditinggal Mudik”, “Menunggu Pasakan Usai” dan Ayip Komarudin: “New Normal 1” & “new Normal 2”).  Muatan kekuasaan, otoritas, klaim pernyataan atas kawasan yang bebas covid dengan distansi pengamatan dan renungan yang lebih jauh berupa imaji berwujud bendera serta monument masker (M. Surya Gumilang : “Zona Hijau, Kuning, Merah” & “monument”). Sedangkan irisan fenomena pandemi dengan tubuh, aktifitas performance arruang serta gerak didalamnya  mengasosiasikan pada aktifitas penolak bala, sekaligus penolak virus (Entri Somantri “Malam Pandemi” & “Mirror Effect Restoration”). Beragam distansi ini terlebur dalam medium yang transpran, cair (liquid) serta menyajikan pencapuran warna yang kadeng tidak terduga. Suatu media yang akrab dikalanga mereka dalam merekam beragam panorama ini.

You May Also Like