Bandung, 09 Mei 2026 - Bimbingan Karier (BIMKAR) yang secara rutin diselenggarakan oleh Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) Universitas Pendidikan Indonesia kembali menjadi ruang strategis bagi para calon wisudawan dalam mempersiapkan langkah profesional pasca kampus. Pada momentum Wisuda Gelombang II, kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Hery Supiarza selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan FPSD. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kesiapan lulusan seni dan desain untuk tidak hanya unggul secara artistik, tetapi juga adaptif terhadap dinamika industri kreatif yang terus berkembang. Kegiatan ini menghadirkan perspektif industri yang konkret melalui kehadiran Aria Jodi, seorang pelaku industri kreatif yang saat ini menjabat sebagai CEO Bonbin Studio perusahaan yang bergerak di bidang animasi.
Gambar 1. Kegiatan "BIMKAR" FPSD UPI (Sumber: FPSD Press, 2026).
Dalam paparannya, Aria Jodi tidak sekadar membagikan kisah sukses, melainkan memetakan secara jujur proses panjang dalam membangun studio kreatif dari nol hingga mampu bertahan dan berkembang di tengah kompetisi industri animasi yang dinamis. Ia menekankan bahwa keberhasilan dalam industri kreatif tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh ketahanan mental, kemampuan membaca peluang, serta kecerdasan dalam membangun jejaring profesional.
Gambar 2. Kegiatan "BIMKAR" FPSD UPI (Sumber: FPSD Press, 2026).
Lebih jauh, materi yang disampaikan menyoroti pentingnya “pemetaan kecerdasan keterampilan” (skill intelligence mapping), khususnya bagi lulusan seni dan desain. Dalam konteks ini, Jodi mengajak peserta untuk memahami posisi diri mereka dalam ekosistem industri apakah sebagai kreator, konseptor, teknisi, atau bahkan entrepreneur. Ia juga menggarisbawahi bahwa bidang seperti fashion, animasi, film, hingga desain komunikasi visual memiliki irisan yang semakin cair, sehingga menuntut fleksibilitas dan kemampuan lintas disiplin.
Peserta BIMKAR yang terdiri dari calon wisudawan program studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Film dan Televisi, Seni Rupa, serta Musik terlihat antusias mengikuti sesi diskusi. Interaksi yang terbangun menunjukkan adanya kebutuhan kuat akan jembatan antara dunia akademik dan realitas industri. Dalam sesi tanya jawab, berbagai pertanyaan mengemuka, mulai dari strategi membangun portofolio, peluang kerja di industri kreatif, hingga tantangan membangun usaha mandiri berbasis seni.
Gambar 3. Kegiatan "BIMKAR" FPSD UPI (Sumber: FPSD Press, 2026).
Acara ini dipandu oleh Galih selaku moderator, yang berhasil menjaga dinamika diskusi tetap hidup dan terarah. Dengan pendekatan komunikatif, Galih mengelaborasi berbagai poin penting yang disampaikan narasumber, sekaligus mengaitkannya dengan konteks keilmuan yang diperoleh mahasiswa selama masa studi.
Secara keseluruhan, BIMKAR FPSD pada Wisuda Gelombang II ini tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan seremonial menjelang kelulusan, tetapi juga sebagai ruang reflektif dan proyektif. Reflektif dalam arti mengajak mahasiswa meninjau kembali kompetensi yang telah dibangun, dan proyektif dalam mendorong mereka untuk merancang masa depan secara lebih terstruktur dan adaptif terhadap perubahan industri kreatif. Melalui kegiatan ini, FPSD menegaskan komitmennya untuk tidak hanya meluluskan mahasiswa sebagai praktisi seni, tetapi juga sebagai individu yang memiliki kesiapan profesional, visi kewirausahaan, serta kemampuan beradaptasi dalam lanskap industri kreatif yang terus berkembang.
Kontributor FPSD Press: Marsel Ridky Maulana
#FPSDPress#SDGS