FPSD Assistant

Siap membantu Anda

Halo! Ada yang bisa kami bantu? Silakan masukkan nama Anda untuk memulai percakapan.

Mengenal Lebih Dekat

Sejarah Program Studi Pendidikan Seni Musik

Awal Pendirian

1981–1985

Pembentukan Jurusan dan Jenjang Diploma

Pendirian Program Studi Pendidikan Musik berakar dari kebutuhan mendesak akan tenaga pengajar seni musik profesional pada sekolah umum, khususnya tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Umum (SMU).

Program studi ini secara resmi didirikan pada tahun 1981 di bawah nama Jurusan Musik Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Bandung. Inisiasi penting ini merupakan buah dari upaya visioner Rektor IKIP Bandung saat itu, Prof. Nu'man Soemantri, M.Sc. Beliau didukung oleh sejumlah tokoh pendidikan dan seniman Kota Bandung, termasuk Dana Setia, B.A., Agam Ngadimin, dan Harry Roesli.

Dalam rangka merespons cepat kebutuhan guru, tahapan jenjang pendidikan yang dibuka adalah sebagai berikut:

  • 1981: Dibuka jenjang Diploma Satu (D-1) dengan masa studi satu tahun, berfokus pada penyiapan guru musik untuk tingkat SMP.
  • 1982: Diperluas menjadi jenjang D-2 dengan masa studi dua tahun.
  • 1985: Dibuka jenjang D-3 dengan masa studi tiga tahun untuk memenuhi kebutuhan pengajar pada tingkat SMU.

Pada masa ini, seluruh mahasiswa pada jenjang D-1 hingga D-3 mendapat dukungan penuh dari pemerintah melalui pemberian Tunjangan Ikatan Dinas (TID).

Struktur Kurikulum

1985–1992

Pengembangan Kurikulum

Pada tahun 1985, terjadi perubahan nomenklatur dan struktur kelembagaan. Jurusan Musik bertransformasi menjadi Program Studi Pendidikan Seni Musik. Program studi ini kemudian diintegrasikan ke dalam Jurusan Pendidikan Sendratasik FPBS IKIP Bandung, yang saat itu menaungi dua program studi utama: Program Studi Pendidikan Seni Musik dan Program Studi Pendidikan Seni Tari.

Transformasi ke S-1

1992–Saat Ini

Kolaborasi Internasional

Pengembangan program studi ini mencapai titik krusial pada tahun 1992, seiring dengan kebijakan rektorat untuk membuka jenjang Strata Satu (S-1) setelah dihentikannya bantuan beasiswa TID oleh pemerintah.

Pengembangan kurikulum S-1 dilakukan secara ekstensif melalui kerja sama strategis dengan lembaga pemerintah Jerman, Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD). Kerja sama ini mencakup uji coba kurikulum S-1 hingga pengembangan metodologi pengajaran. DAAD mengirimkan seorang pakar Pendidikan Musik terkemuka dari Sekolah Tinggi Musik Freiburg Jerman, Prof. Dieter Mack, yang berperan sebagai konsultan utama dan secara berkala memberikan workshop kepada para dosen. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen Program Studi untuk mencapai standar pendidikan musik yang relevan dan berkualitas secara internasional.

Bidang Kajian Akademik

Empat Pilar

Kurikulum Inti

Fokus kajian Program Studi Pendidikan Musik didasarkan pada empat pilar multidimensional yang bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang komprehensif.

Pengkajian Musik

Termasuk Musikologi dan Etnomusikologi membekali mahasiswa dengan kemampuan analisis kritis, penelitian historis, dan pemahaman teoritis mendalam terhadap struktur dan konteks musik global serta lokal.

Penciptaan Musik

Menekankan pada pengembangan kemampuan artistik praktis melalui Komposisi, Aransemen, dan pemanfaatan Teknologi Musik, memungkinkan mahasiswa untuk berkreasi dan berinovasi dalam produksi karya musik.

Pendidikan Musik

Merupakan pilar pedagogis yang esensial, berfokus pada penguasaan metodologi pengajaran yang efektif (Didaktika Musik) serta pengembangan kurikulum yang relevan, guna mencetak pendidik musik profesional.

Kewirausahaan Musik

Diintegrasikan untuk membekali lulusan dengan literasi bisnis dan manajemen seni, memastikan mereka mampu memanfaatkan keahlian musiknya untuk menciptakan nilai ekonomi, mengelola proyek, dan beradaptasi dalam industri kreatif yang dinamis.