Desain Komunikasi Visual UPI Jadi Tuan Rumah Rakornas ASPRODI DKV 2025
(Sumber: Dok. FPSD Press, 2025)
Bandung, 20 Oktober 2025 - Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (ASPRODI DKV) tahun 2025. Kegiatan strategis ini mempertemukan 80 delegasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki program studi Desain Komunikasi Visual, dengan tujuan memperkuat koordinasi, menyamakan arah kebijakan pendidikan, serta merumuskan langkah konkret pengembangan bidang desain komunikasi visual di tingkat nasional. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di Gedung Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) UPI, lantai 6.
(Sumber: Dok. FPSD Press, 2025)
Acara dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Vanessa Gaffar, S.E., Ak., M.B.A., selaku Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu sekaligus Guru Besar FPEB UPI, didampingi oleh Dr. Arief Johari, S.ST., M.Ds., Ketua Program Studi Desain Komunikasi Visual UPI, serta Dr. Intan R. Mutiaz, M.Ds., Ketua ASPRODI Desain Komunikasi Visual periode 2019–2024. Dalam sambutannya, Prof. Vanessa menekankan pentingnya kolaborasi antarkampus untuk menjaga relevansi pendidikan tinggi desain di tengah perkembangan teknologi dan budaya visual yang dinamis. Ia menegaskan bahwa Desain Komunikasi Visual tidak hanya berperan sebagai bidang akademik, tetapi juga sebagai wahana pembentukan karakter kreatif yang kritis, adaptif, dan berwawasan global.
(Sumber: Dok. FPSD Press, 2025)
Sementara itu, Dr. Intan R. Mutiaz dalam paparannya menyampaikan lima arah strategis pengembangan pendidikan Desain Komunikasi Visual di Indonesia. Pertama, penguatan lintas disiplin sebagai upaya menjembatani kolaborasi antara desain dengan bidang ilmu lain seperti teknologi, komunikasi, dan sosiologi. Kedua, adaptabilitas terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang menuntut transformasi kurikulum dan metodologi pembelajaran. Ketiga, peneguhan budaya mutu sebagai dasar profesionalisme dan pengendalian mutu akademik. Keempat, penerapan Outcome Based Education (OBE) yang menekankan sinergi antara dunia akademik, industri kreatif, dan portofolio mahasiswa. Kelima, penguatan konteks lokal dan pertumbuhan wilayah untuk memastikan desain tetap berpijak pada identitas budaya Indonesia.
“Ketua program studi Desain Komunikasi Visual kini bukan sekadar pengelola, tetapi juga agen perubahan yang harus mampu mengarahkan pendidikan desain agar tetap unggul, relevan, dan berdampak di tengah perubahan zaman,” tegas Dr. Intan dalam sambutannya.
(Sumber: Dok. FPSD Press, 2025)
Rakornas juga menghadirkan sesi pemaparan Dr. I Nyoman Larry Julianto, M.Ds. dari Direktorat Kelembagaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, yang menjelaskan mengenai kebijakan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Dalam paparannya, Dr. Larry menegaskan bahwa kebijakan tersebut dirancang untuk memperkuat sistem penjaminan mutu nasional agar lebih terintegrasi dengan standar internasional. Ia menekankan pentingnya transparansi, evaluasi berkelanjutan, serta peran aktif perguruan tinggi dalam menciptakan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perubahan global.
Selain membahas kebijakan dan arah strategis pendidikan Desain Komunikasi Visual, Rakornas 2025 juga menjadi momentum untuk menyosialisasikan tiga agenda nasional utama bidang desain, yakni Lomba HONOR, Pinasthika, dan KMDGI (Kriyasana Mahasiswa Desain Grafis Indonesia). Dalam forum tersebut, ditetapkan bahwa Desain Komunikasi Visual UPI akan menjadi tuan rumah KMDGI 2025, ajang dua tahunan yang mempertemukan mahasiswa Desain Komunikasi Visual dan desain grafis dari seluruh Indonesia. KMDGI berfungsi sebagai platform nasional untuk menampilkan karya kreatif, bertukar gagasan, memperluas jejaring profesional, serta memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang desain komunikasi visual.
Puncak kegiatan Rakornas ditandai dengan pemilihan Ketua ASPRODI Desain Komunikasi Visual periode 2025–2030, yang dilaksanakan secara demokratis dan transparan oleh seluruh anggota forum. Pemilihan ini menjadi simbol regenerasi kepemimpinan serta komitmen kolektif untuk membawa pendidikan desain Indonesia menuju arah yang lebih progresif dan berkelanjutan. Berdasarkan hasil pemungutan suara, Dr. Intan Rizky Mutiaz, M.Ds., dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual FSRD–ITB, terpilih kembali sebagai ketua dengan perolehan 60 dari total 64 suara. Kandidat lainnya, Dr. Sn. Yusup Sigit Martyastiadi, S.T., M.Inf.Tech., dosen senior Fakultas Seni dan Desain, memperoleh 4 suara. Pemilihan ini menjadi bagian dari proses demokratis organisasi dalam menentukan arah kepemimpinan lima tahun ke depan.
(Sumber: Dok. FPSD Press, 2025)
Secara keseluruhan, Rakornas ASPRODI Desain Komunikasi Visual 2025 di UPI berhasil menciptakan ruang strategis bagi sinergi nasional antarperguruan tinggi penyelenggara program studi Desain Komunikasi Visual. Kegiatan ini tidak hanya mempertegas peran UPI sebagai institusi yang berkomitmen pada pengembangan pendidikan desain di Indonesia, tetapi juga menandai langkah penting dalam pembentukan ekosistem pendidikan Desain Komunikasi Visual yang responsif terhadap perubahan zaman, berpijak pada nilai budaya, serta berorientasi pada mutu dan keberlanjutan.
Kontributor FPSD PRESS: Cindy Subang Larang
#FPSDPRESS#SDGs