FPSD Assistant

Siap membantu Anda

Halo! Ada yang bisa kami bantu? Silakan masukkan nama Anda untuk memulai percakapan.

Kembali ke Daftar Berita
15 October 2025 Artikel

Bimbingan Karier FPSD UPI 2025: Menyiapkan Lulusan Seni dan Desain Menuju Jejak Karier Global

Bimbingan Karier FPSD UPI 2025: Menyiapkan Lulusan Seni dan Desain Menuju Jejak Karier Global

Bimbingan Karier FPSD UPI 2025: Menyiapkan Lulusan Seni dan Desain Menuju Jejak Karier Global

Bandung, 14 Oktober 2025, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menggelar kegiatan tahunan “Bimbingan Karier” (Bimkar) sebagai agenda rutin menjelang wisuda. Acara yang berlangsung pada hari Selasa (14/10) di Gedung Kebudayaan Amphiteater UPI ini mengusung tema “Creative Future for SDG’s: Seni dan Desain dalam Jejak Karier Global” dengan fokus pada “Menggali Peluang Beasiswa dan Karier Seni-Desain yang Selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan serta Visi Green Matrix UPI.”

Sejak pukul 09.00 WIB, mahasiswa yang sebagian besar mengenakan pakaian formal tampak antusias memasuki ruangan. Iringan musik dan tata cahaya yang hangat menciptakan suasana yang bersahabat, seolah menyambut langkah baru mereka menuju dunia profesional. Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Dr. Dody Mohammad Kholid., S.Pd., M.Sn. yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan mental dan kreativitas adaptif dalam menghadapi tantangan industri kreatif global.

“Dunia kerja hari ini tidak hanya menuntut keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan untuk berpikir kritis, berjejaring, dan beradaptasi dengan perubahan. Bimkar ini adalah wadah untuk menanamkan kesadaran bahwa seniman dan desainer memiliki peran penting dalam membentuk masa depan yang berkelanjutan,” tutur Dr. Dody dalam pidatonya yang disambut tepuk tangan.

Selain Dekan, acara juga dihadiri oleh para pimpinan FPSD lainnya, di antaranya Wakil Dekan 1, Dr. Agus Budiman., M.Pd., Wakil Dekan 2, Dr. Bandi Sobandi., M.Pd., Wakil Dekan 3, Dr. Hery Supiarza., M.Pd., serta jajaran dosen, staf fakultas dan para mahasiwa paruh waktu (MPW) yang turut memberikan dukungan serta membantu penuh terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Kehadiran pimpinan fakultas menjadi simbol komitmen lembaga dalam mempersiapkan para lulusan agar siap bersaing secara global tanpa kehilangan jati diri budaya.

Foto Kegiatan Bimkar (Sumber: Dok. FPSD Press, 2025).

Sesi utama seminar menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Narasumber pertama, Diajeng Karunia Cinta, merupakan perwakilan dari Campus France Bandung lembaga resmi yang memfasilitasi beasiswa dan studi lanjut ke Prancis. Dalam paparannya, Diajeng menyoroti pentingnya global mobility bagi mahasiswa seni dan desain Indonesia. Ia memaparkan berbagai peluang beasiswa, tips menyiapkan portofolio internasional, hingga strategi membangun jejaring akademik lintas negara.

Mahasiswa seni dan desain Indonesia memiliki potensi besar. Dunia kini mencari insan kreatif yang tidak hanya mahir berkarya, tetapi juga memiliki visi global. Belajar ke luar negeri bukan sekadar mengejar gelar, tetapi juga memperluas perspektif budaya dan memperkaya nilai-nilai kemanusiaan dalam karya kita,” ujar Diajeng dengan penuh semangat.

Foto Kegiatan Bimkar (Sumber: Dok. FPSD Press, 2025).

Sementara itu, narasumber kedua, Panji Sakti seorang songwriter, penyanyi, sekaligus perupa terkenal memberikan nuansa berbeda dalam sesi berikutnya. Dengan gaya santai namun inspiratif, Panji membagikan perjalanan kariernya di dunia seni yang penuh tantangan, mulai dari jatuh bangun menciptakan karya hingga proses menemukan jati diri artistik.

“Berkarya adalah perjalanan spiritual. Tidak semua orang akan langsung mengerti apa yang kita buat, tetapi konsistensi dan kejujuran dalam berkesenian akan membawa kita pada tempat yang tepat,” ungkap Panji di hadapan para peserta yang tampak menyimak dengan penuh perhatian.

Foto Kegiatan Bimkar (Sumber: Dok. FPSD Press, 2025).

Paparan kedua narasumber itu membawa nuansa reflektif bagi peserta. Banyak di antara mahasiswa yang tampak mencatat poin-poin penting, terutama ketika Diajeng menjelaskan skema beasiswa seni ke luar negeri, dan saat Panji menyinggung pentingnya branding personal bagi seniman muda. Kedua pembicara saling melengkapi satu dari dunia akademik dan diplomasi pendidikan, satu lagi dari ranah praktik kreatif yang bersama-sama menumbuhkan kesadaran baru: bahwa karier di bidang seni dan desain bukanlah hal yang sempit, tetapi lintas batas dan berdaya global.

Acara seminar ini dipandu oleh Galih Jati Kurnia, S.Pd., M.Sn., dosen muda FPSD yang dikenal aktif. Dengan gaya moderasi yang komunikatif, Galih berhasil menjaga ritme diskusi tetap dinamis. Ia mengarahkan sesi tanya jawab dengan cermat, membuka ruang bagi mahasiswa untuk bertanya secara langsung tentang pengalaman pribadi narasumber, baik mengenai perjalanan pendidikan maupun strategi membangun karier kreatif di era digital.

Beberapa mahasiswa bertanya tentang tantangan menyeimbangkan idealisme seni dengan tuntutan komersial, hingga bagaimana cara menghadapi ketidakpastian dalam industri kreatif. Narasumber menjawab dengan lugas dan menginspirasi, menekankan pentingnya ketekunan dan keberanian mengambil risiko sebagai kunci sukses.

Sepanjang kegiatan, suasana di gedung Amphitheater terasa hidup dan interaktif. Setiap kali narasumber menyampaikan pengalaman pribadi yang menyentuh, ruangan seakan terhanyut dalam keheningan reflektif. Namun, disaat lain tawa dan tepuk tangan riuh mengiringi setiap kisah keberhasilan yang diceritakan.

Salah satu peserta, Wibawa Arif Gunawan, mahasiswa program studi Seni Musik yang akan diwisuda esok harinya, mengaku mendapatkan banyak inspirasi.

“Saya jadi semakin yakin untuk melanjutkan studi dan berkarya di bidang musik dunia. Kegiatan ini benar-benar membuka pandangan saya bahwa seni bukan hanya untuk ekspresi, tapi juga untuk kontribusi terhadap perubahan sosial,” ujarnya dengan mata berbinar.

Menjelang akhir acara, suasana semakin hangat ketika Panji Sakti tampil membawakan beberapa lagu ciptaannya sendiri. Melodi lembut gitar berpadu dengan suara khas Panji menciptakan momen yang emosional. Mahasiswa ikut bernyanyi bersama, menjadikan penampilan tersebut sebagai penutup yang manis sekaligus simbol semangat kolaboratif antara seniman dan akademisi.

Foto Kegiatan Bimkar (Sumber: Dok. FPSD Press, 2025).

Sekitar pukul 12.00 WIB, kegiatan Bimkar resmi ditutup dengan doa bersama. Setelah itu, seluruh peserta, narasumber, dan pimpinan fakultas berfoto bersama di depan panggung utama. Potret kebersamaan tersebut menjadi simbol harapan baru: bahwa para lulusan Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI siap menapaki dunia karier dengan kreativitas, integritas, dan kesadaran global yang kuat.

Acara ini bukan sekadar bimbingan dan seminar karier biasa. Di balik rangkaian kegiatannya, Bimbingan Karier (Bimkar) 2025 mencerminkan semangat transformasi pendidikan seni yang berpihak pada keberlanjutan, keterbukaan, dan inovasi. Melalui kegiatan seperti ini, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI terus menegaskan komitmennya untuk melahirkan generasi pendidik, seniman dan desainer yang tidak hanya mampu berkarya secara estetis, tetapi juga berkontribusi nyata bagi pembangunan manusia dan peradaban.

Kegiatan Bimbingan Karier (Bimkar) 2025 FPSD UPI bukan hanya menjadi ajang berbagi pengalaman, tetapi juga menjadi wadah pembentukan paradigma baru tentang makna berkarier di bidang seni dan desain. Bahwa masa depan tidak ditentukan oleh seberapa cepat seseorang bekerja, tetapi oleh seberapa besar kontribusinya dalam menjadikan dunia lebih baik melalui karya.

Dengan semangat Creative Future for SDG’s, FPSD UPI telah menunjukkan bahwa seni dan desain memiliki kekuatan besar dalam membangun peradaban yang berkelanjutan. Dan di tangan para wisudawan inilah, masa depan kreatif itu akan terus tumbuh dan berjejak di dunia global.

Kontributor FPSD PRESS: Marsel Ridky Maulana

#FPSDPRESS#SDGs

 

Bagikan Artikel: