FPSD Assistant

Siap membantu Anda

Halo! Ada yang bisa kami bantu? Silakan masukkan nama Anda untuk memulai percakapan.

Kembali ke Daftar Berita
30 October 2026 Artikel

FPSD UPI dan Faculty of Fine Arts SWU Tandatangani MoA dan IA

FPSD UPI dan Faculty of Fine Arts SWU Tandatangani MoA dan IA

Bangkok, Thailand 29/10/2026 – Tim peneliti Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan Faculty of Fine Arts (FoFA), Srinakharinwirot University (SWU), pada Kamis 29 Oktober 2026 di kampus Prasarnmit, Bangkok, Thailand. Delegasi FPSD UPI terdiri atas Dr. Abizar Algifari Saiful, S.Pd., M.Sn. (Musik); Fensy Sella, M.Pd. (Pendidikan Seni Musik); Dwita Alfiani Prawesti, M.Ds. (Desain Komunikasi Visual); dan Dr. Hafizhah Insani Midyanti, S.Kom., M.Pd. (Musik). Penandatanganan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan akademik ke SWU, universitas negeri terkemuka di Thailand yang memiliki tradisi kuat dalam pendidikan seni. Melalui kesepakatan ini, kedua pihak menegaskan komitmen membangun kemitraan yang terwujud dalam program nyata bagi sivitas akademika di Indonesia dan Thailand.


Gambar 1. Penyerahan cendera mata dan foto bersama delegasi FPSD UPI dengan pimpinan serta dosen Faculty of Fine Arts (FoFA), Srinakharinwirot University (SWU), usai penandatanganan MoA dan IA di kampus Prasarnmit, Bangkok, Thailand. (Sumber: FPSDpress, 2026)


Pada kesempatan yang sama, kerja sama antara Department of Thai and Asian Music, FoFA SWU, dengan Program Studi Musik, Pendidikan Seni Musik, dan Desain Komunikasi Visual (DKV) UPI dituangkan dalam Implementation Arrangement (IA). MoA berfungsi sebagai payung kerja sama di tingkat fakultas. IA menjadi perangkat operasional yang mengatur bentuk kegiatan di tingkat program studi. Dengan dua lapis kesepakatan ini, kolaborasi tidak hanya bergantung pada kebijakan pimpinan, tetapi juga dapat dijalankan langsung oleh dosen dan mahasiswa di masing-masing program studi. Komposisi delegasi yang mewakili ketiga program studi tersebut menunjukkan bahwa kerja sama ini dirancang lintas disiplin. Kajian musik, pendidikan musik, dan desain dipertemukan dalam satu kerangka kemitraan yang saling melengkapi.


Pertemuan Program Studi Musik dan Pendidikan Seni Musik UPI dengan Department of Thai and Asian Music SWU dinilai memiliki kedekatan yang kuat. Kedua institusi menaruh perhatian pada musik tradisi sebagai sumber pengetahuan, baik dalam penciptaan, pengkajian, maupun pembelajaran. Indonesia dan Thailand juga berbagi akar budaya musik Asia Tenggara, antara lain tradisi ansambel perkusi bernada seperti gamelan dan piphat. Kesamaan ini membuka peluang kajian perbandingan yang menarik. Di sisi lain, keterlibatan Program Studi DKV memperluas cakupan kolaborasi ke ranah visual, misalnya pengembangan media pembelajaran, dokumentasi seni pertunjukan, dan publikasi berbasis digital. Perpaduan ini diharapkan melahirkan karya dan riset yang bernilai akademik sekaligus berkontribusi pada pelestarian seni tradisi kawasan.


Gambar 2. Suasan diskusi di Faculty Of Fine Art, Srinakharinwirot University (SWU). (Sumber: FPSDPress, 2026)


Selain penandatanganan, pertemuan tersebut menjadi ruang penjajakan untuk membahas peluang kolaborasi akademik dan kegiatan bersama yang dapat memperkuat hubungan pendidikan antara UPI dan SWU. Sejumlah gagasan mengemuka dalam diskusi, mulai dari penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, dan kuliah tamu, hingga lokakarya serta pertunjukan kolaboratif. Kedua pihak juga melihat publikasi ilmiah bersama di jurnal bereputasi sebagai salah satu luaran yang dapat diwujudkan dalam waktu dekat. Diskusi berlangsung dalam suasana hangat dan terbuka, mencerminkan semangat kedua institusi untuk saling belajar. Gagasan-gagasan tersebut selanjutnya akan dirumuskan menjadi rencana kegiatan yang lebih terperinci, sesuai dengan ruang lingkup yang telah disepakati dalam IA.


Kunjungan ini juga berkaitan erat dengan agenda penelitian tim FPSD UPI. Bagi para peneliti, SWU merupakan mitra strategis untuk memperluas jejaring riset di bidang etnomusikologi, pendidikan seni, dan kajian budaya di kawasan Asia Tenggara. Kerja sama formal melalui MoA dan IA memberikan landasan kelembagaan yang lebih kokoh bagi riset lintas negara, yang mencakup pengumpulan data, diskusi ilmiah, dan penyusunan publikasi bersama. Dengan payung kerja sama ini, hasil penelitian diharapkan menjangkau khalayak akademik yang lebih luas dan memperkaya perspektif kajian seni di kedua negara. Langkah ini sejalan dengan upaya FPSD UPI untuk terus meningkatkan mutu dan daya saing riset di tingkat internasional.


Penandatanganan MoA dan IA ini sejalan dengan arah pengembangan UPI yang terus memperkuat internasionalisasi. Kemitraan dengan universitas luar negeri menjadi salah satu pilar penting dalam meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Bagi FPSD, kerja sama dengan SWU menambah daftar mitra internasional yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi dosen, dan pengayaan pengalaman belajar mahasiswa. Kemitraan semacam ini juga mendukung pencapaian indikator kinerja utama perguruan tinggi, terutama yang berkaitan dengan kegiatan mahasiswa di luar kampus, kerja sama dengan mitra, dan rekognisi internasional terhadap karya serta penelitian dosen.


MoA di tingkat fakultas dan IA di tingkat program studi diharapkan menjadi landasan bagi kerja sama yang berkelanjutan. Kedua kesepakatan ini juga membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman bagi dosen serta mahasiswa kedua institusi. Kedua pihak sepakat bahwa keberhasilan kemitraan akan ditentukan oleh tindak lanjut yang konsisten dan terukur. Karena itu, komunikasi intensif akan terus dibangun agar setiap rencana kegiatan dapat segera direalisasikan. Melalui kolaborasi ini, FPSD UPI dan FoFA SWU berharap dapat bersama-sama berkontribusi pada pengembangan pendidikan seni dan desain. Kedua fakultas juga ingin memperkuat peran seni tradisi Asia Tenggara dalam percakapan akademik global.


Kontributor FPSDPress: Abizar Algifari Saiful

#FPSDPress#SDGs


Bagikan Artikel: