FPSD Assistant

Siap membantu Anda

Halo! Ada yang bisa kami bantu? Silakan masukkan nama Anda untuk memulai percakapan.

Kembali ke Daftar Berita
09 October 2022 Artikel

Kritik Diri terhadap Dampak Pandemi

Kritik Diri terhadap Dampak Pandemi \"\"“TRANSISI #2” adalah karya video seni dengan durasi singkat yang dikerjakan Ananda Nur Syamsi mahasiswa Pend. Seni Rupa 2019 asal Sukabumi. Ananda terlah berhasil mencuri perhatian dean curator Galeri Nasional Indonesia untuk projek pameran seni rupa kontemporer\"\" Indonesia secara berkala: Manifesto, kali ini projek pameran ini bertajuk TRANSPOSISI yang diselenggarakan pada 27 Juli lalu hingga 26 agustus 2022. Karya ini merupakan karya sedikit yang lolos sistem kurasi yang diterapkan ketat oleh para kurator kawakan di Indonesia. Melalui karya ini anada terinspirasi banyak dari fenomena pandemi serta dampak posistif mauapun negatifnya. Ia menyoriti dan atau menggugat fenomen bitcoin dan platform pasar seni rupa virtual dengan NFT-nya yang marak belakangan ini. Perupa dan seniman menjadi sebagai buruh ‘pasar seni global’ yang dalam perspektifnya menyisisihkan aspek-aspek humanitas, sensibilitas dan virtousitas kapabilitas para kreator seni didalamnya. Sesuatu kritik terhadap fenomena yang ambigu, pada sisi lain adalah tawaran dan terobosan market dan distribusi luas. Pada sisi lainnya ancaman dan pengesampingan terhadap keutuhan dan posisi seniman sebagai manusia, pribadi dan selaku kreator seni yang kerap beririsan dengan sensibilitas, virtuositas dan daya kritis serta kemajemukan perspektif. Karya seni video kreasinya dicapai dengan menggunakan Blender 2.8 dan Kine Master dengan 1440 x 1440 dpi sebagai resolusinya. Pada karya ini sejumlah tanda visual disertakan dengan megerakan terombang-ambing hal ini menyoriti atau mengasosiasikan dunai virtual denngan segala fenomenanya yang dinamis dapat menggoyangkan perspektif hidup hingga praktis perilaku keseharian kita saat ini di lingkungan kita yang hadir semakin dekat dan tak terhindarkan. Melalui karya yang terseleksi, ia mengajak kita untuk lebih kritis dan antisipastif melalui kehaiaran beragam platform digital yang hadir di tengah kita saat ini untuk lebih kritis lagi
Bagikan Artikel: