FPSD Assistant

Siap membantu Anda

Halo! Ada yang bisa kami bantu? Silakan masukkan nama Anda untuk memulai percakapan.

Kembali ke Daftar Berita
10 September 2025 Artikel

Menjalin Jejaring Lintas Budaya: Atiqa Kawakami Berbagi Perspektif Kolektif Film di UPI

Menjalin Jejaring Lintas Budaya: Atiqa Kawakami Berbagi Perspektif Kolektif Film di UPI

Menjalin Jejaring Lintas Budaya: Atiqa Kawakami Berbagi Perspektif Kolektif Film di UPI

Bandung, 10 September 2025 — Program Studi Film dan Televisi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mendapat kehormatan menerima kunjungan Atiqa Kawakami, pembuat film dokumenter asal Jepang yang dikenal melalui karya-karya bernuansa sejarah dan seni pertunjukan.

Kawakami, lahir di Yokohama, Prefektur Kanagawa pada 1978, mulai dikenal setelah karya debutnya Pilgrimage meraih hadiah kedua dalam Kirin Art Award 2001. Film tersebut mengangkat kisah interniran orang Jepang-Amerika selama Perang Dunia II, menegaskan posisinya sebagai dokumenteris dengan perspektif kritis terhadap sejarah dan memori kolektif. Ia juga pernah merekam tahun-tahun terakhir penari butō legendaris Ōno Kazuo, dan kini tengah mengembangkan dokumenter tentang seni pertunjukan tradisional Jepang, rōkyoku.

Selain aktif berkarya, Kawakami juga dikenal sebagai penggerak jejaring film kolektif lintas Asia Timur dan Asia Tenggara. Di UPI, ia berdiskusi dengan tiga mahasiswa Film dan Televisi: Annisa Faradila, Made Virgie, dan Anisah Rizki. Diskusi berlangsung hangat dengan fokus pada bagaimana kampus dapat menjadi ruang dialog yang produktif, serta peluang menjalin kemitraan kolektif yang melampaui batas institusi pendidikan.

Dalam perbincangan itu, ketiga mahasiswa memperkenalkan “Re: Discovering Memories”, kolektif berbasis riset yang mereka gagas dari penelitian akademik di Studio Film UPI. Kolektif ini berfokus pada bagaimana kenangan terbentuk, diingat, dan dilupakan, serta berkembang menjadi wadah pengembangan film tugas akhir maupun proyek seni selanjutnya. “Kami ingin menjembatani riset akademik dengan praktik kreatif yang bisa tumbuh menjadi karya lintas disiplin,” ungkap Annisa dalam sesi tersebut.

Usai berdiskusi, Kawakami diajak berkeliling studio-studio yang ada di Prodi Film dan Televisi UPI. Para mahasiswa menceritakan beragam aktivitas prodi, mulai dari kurikulum pembelajaran berbasis seni gambar bergerak hingga proyek-proyek mahasiswa yang mencerminkan dinamika eksplorasi seni dan budaya.

Kunjungan ini bukan hanya menjadi momen inspiratif, tetapi juga relevan dengan arah program kerja Prodi Film dan Televisi yang menekankan internasionalisasi dan penguatan jejaring global. Menurut Ketua Prodi Film dan Televisi, kegiatan semacam ini mendukung komitmen UPI dalam membangun reputasi internasional dan sejalan dengan visi universitas menuju world class university. “Pertemuan dengan pembuat film seperti Kawakami menunjukkan bagaimana kampus dapat menjadi simpul pertemuan ide-ide lintas budaya, memperluas wawasan mahasiswa, sekaligus membuka peluang kolaborasi jangka panjang,” ujarnya.

Dengan adanya dialog dan jejaring semacam ini, mahasiswa tidak hanya belajar melalui teori dan praktik di kelas, tetapi juga terhubung langsung dengan dinamika industri dan praktik kolektif di tingkat internasional. Hal tersebut diharapkan menjadi bagian penting dalam mengukuhkan posisi UPI di kancah global, khususnya dalam bidang seni, budaya, dan media.

Kontributor FPSD Press: Anissa Rizki

#FPSD PRESS #SDGS

 

 

Bagikan Artikel: