Bandung, 10 Juni 2026 - Sebanyak 35 mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa angkatan 2024 menampilkan karya-karya terbaik mereka dalam pameran kelompok bertajuk “LIMINAL SPACE”, yang berlangsung pada 5–11 Juni 2026 di Badak Singa 6 Communal Space, Jalan Badak Singa No. 6, Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Pameran ini menjadi ruang refleksi atas fase transisi yang dialami mahasiswa seni rupa, sebuah kondisi berada di antara proses pembelajaran akademik dan pencarian identitas artistik personal.
Gambar 1. Pose bersama para seniman dan dosen pengampu seusai pembukaan pameran (Sumber: FPSD Press, 2026).
Mengangkat tema liminal space atau ruang ambang, pameran ini tidak semata-mata menampilkan karya sebagai hasil akhir, melainkan sebagai jejak perjalanan kreatif yang merekam proses belajar, keraguan, percobaan visual, hingga berbagai kemungkinan artistik yang masih terus berkembang. Setiap karya menjadi representasi pengalaman personal para perupa muda dalam menghadapi perubahan mental, sosial, dan usia yang melintas dalam ruang dan waktu.
Kurator pameran menjelaskan bahwa konsep liminalitas dipilih karena sangat dekat dengan pengalaman mahasiswa tahun pertama yang tengah memasuki fase pembentukan identitas kreatif. Dalam konteks tersebut, ruang transisi menjadi tempat lahirnya berbagai eksplorasi artistik yang tidak selalu pasti, namun menyimpan potensi besar untuk berkembang.
Gambar 2. Suasana pembukaan pameran dan pengunjung mengamati karya-karya drawing (Sumber: FPSD Press, 2026).
Pameran ini secara khusus menampilkan karya-karya berbasis drawing atau seni gambar dengan beragam pendekatan teknik, material, gaya visual, dan idiom artistik yang dibangun secara personal oleh masing-masing seniman. Dari keseluruhan peserta, sebanyak 35 mahasiswa terpilih menampilkan satu karya terbaik yang dipilih dari dua hingga empat karya yang sebelumnya mereka proses melalui studi sketsa, eksplorasi visual, serta pengembangan gagasan dalam jurnal kreatif.
Keberagaman karya yang dipamerkan menunjukkan luasnya spektrum interpretasi terhadap tema transisi. Sebagian seniman menghadirkan visual yang merekam kegelisahan dan ketidakpastian masa muda, sementara yang lain menampilkan refleksi mengenai pertumbuhan diri, relasi sosial, hingga pencarian makna keberadaan. Semua gagasan tersebut diwujudkan melalui medium drawing yang menempatkan garis sebagai unsur visual utama dalam membangun bentuk, struktur, dan narasi visual.
Menurut penyelenggara, proses penciptaan karya dalam pameran ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mulai membangun “tata bahasa visual personal”. Upaya tersebut merupakan manifestasi dari pengetahuan, pengalaman hidup, serta cara pandang masing-masing seniman terhadap realitas yang mereka alami. Dengan demikian, karya-karya yang ditampilkan tidak hanya berfungsi sebagai objek estetis, tetapi juga sebagai medium komunikasi yang merepresentasikan identitas artistik yang sedang tumbuh.
LIMINAL SPACE sekaligus menjadi arsip visual mengenai proses perkembangan generasi muda seni rupa. Fragmen memori, eksperimen visual, serta kemungkinan-kemungkinan yang belum selesai hadir berdampingan dalam ruang pamer, mengajak pengunjung untuk melihat bahwa ketidakpastian bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan bagian penting dari proses menjadi.
Selain sebagai ruang apresiasi karya, pameran ini juga menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa dalam memahami tata kelola penyelenggaraan pameran seni rupa secara profesional. Mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai aspek penyelenggaraan, mulai dari kurasi karya, penataan ruang, publikasi, hingga pengelolaan acara. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan portofolio akademik sekaligus profesional mereka sebagai calon pendidik dan praktisi seni.
Tradisi penyelenggaraan pameran semacam ini juga merupakan upaya Program Studi Pendidikan Seni Rupa untuk memperluas akses publik terhadap karya mahasiswa. Melalui interaksi langsung antara seniman dan masyarakat, karya-karya yang lahir dari lingkungan akademik diharapkan dapat berkontribusi pada perkembangan ekosistem seni rupa yang lebih inklusif dan dinamis.
Pameran LIMINAL SPACE resmi dibuka pada Jumat, 5 Juni 2026, pukul 15.00 WIB, dan dapat dikunjungi hingga 11 Juni 2026 dengan jam operasional 10.30–20.15 WIB setiap hari. Kehadiran pameran ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan secara langsung bagaimana generasi muda seni rupa memaknai pengalaman transisi melalui bahasa visual yang personal, jujur, dan penuh kemungkinan.
Kontributor FPSD Press: Islam Ramadhan
#SDGs#FPSDPress