FPSD Assistant

Siap membantu Anda

Halo! Ada yang bisa kami bantu? Silakan masukkan nama Anda untuk memulai percakapan.

Kembali ke Daftar Berita
31 March 2023 Artikel

PENJAJAKAN KERJASAMA FPSD DENGAN INDUSTRI FILM EINIGMA PICTURE

(29/3/2023) Dunia perfilman di Indonesia mempunyai potensi yang besar. Hal ini ditandai dengan total penduduk Indonesia yang terdiri dari 280 juta populasi dengan komposisi kelompok usia muda lebih mendominasi. Kelompok usia muda lebih suka menonton film dibanding kelompok usia yang lebih tua. Selama pandemi COVID-19 pada 2020 lalu, industri perfilman sempat mengalami keterpurukan, namun pada tahun 2022 industri film di Indonesia mulai bangkit hingga mencetak rekor sejarah dengan jumlah penonton film lokal yang lebih banyak ketimbang sejumlah film Hollywood. Hal ini dikarenakan ada sepuluh film produksi karya Indonesia yang memiliki penonton di atas satu juta lebih. Hingga September 2022, tercatat ada 44 juta penonton dengan persentase 61% penonton film lokal, dan 39% penonton film produksi mancanegara.

Kehadiran industri film di dunia akademik, terutama di prodi film dan televisi, FPSD, Universitas Pendidikan Indonesia merupakan keharusan yang menjadi bagian dari visi misi FPSD. Industri bagi prodi non kependidikan seperti prodi FTV merupakan prototype yang harus dijajaki untuk melihat apakah kurikulum prodi telah bersesuaian dengan dunia industri. Einigma Pictures hadir ke prodi film dan televisi untuk memnenuhi undangan mahasiswa dalam memberikan kuliah umum guna menjelaskan segala hal menyangkut industri film Indonesia dewasa ini, dan juga tentang pengalaman yang dilakukan oleh mereka sebagai rumah produksi berskala nasional. Pada kesempatan ini, sebelum acara kuliah umum. Wakil Dekan 1 FPSD Dr.Trianti Nugraheni, M.Si. beserta jajaran prodi film dan televisi, Dr. Hery Supiarza, M.Pd.  (ketua Prodi FTV), dan tim dosen FTV diantaranya Dipl. Kunst. Erik Muhammad Pauhrizi, S.Ds., M.Sch. Dedi Warsana, M.Sn (pengampu studio film), Dr. Harry Tjahjodiningrat, M.Pd (bid. Kerjasama Prodi FTV).  melakukan pembicaraan mulai dari magang industri, riset kolaborasi, produksi bersama dan kesempatan lainnya. Hasil dari penjajakan kerjasama ini akan ditindak lanjuti dalam bentuk kesepakatan kerjasama pada pertemuan selanjutnya. Pihak einegma pictures dalam kesempatan ini langsung dihadiri oleh Yongki Ongestu sebagai sutradara, DOP dan Aryanna Yuris, producer dan costume designer .

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Dekan 1 FPSD, Dr.Trianti Nugraheni, M.Si. mengatakan (29/3/2022): FPSD memiliki 6 prodi yang terdiri dari 3 prodi pendidikan dan 3 prodi non-dik. Tiga prodi non-dik tersebut adalah DKV, FTV dan Musik. Oleh karena itu tiga prodi non dik  harus betul-betul memiliki kerjasama erat dengan industri, apa yang dibutuhkan industri musti ada dan bersesuaikan dengan kurikulum di setiap prodi sehingga dapat mempersiapkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan indutri.   \"\"

Aenigma pictures adalah production house yang berbasis di Alam Sutera, Tangerang Selatan. Karya film yang telah mereka produksi adalah The End of Black Era (bisa ditonton di Youtube), Tarian Lengger Maut (tayang di bioskop beberapa tahun lalu), dan Detak (tersedia di netflix). Selain itu, aenigma juga membuat iklan bagi brand-brand besar seperti Pixy, Suzuki, kopi kenangan, dan lain-lain. Tiga pemateri datang ke prodi FTV, FPSD, UPI untuk membawakan materi tentang \"Producing, Distributing dan Marketing Film di Industri\" dan \"Production Design\" Pemateri 1: Yongki Ongestu, sutradara sekaligus DOP ketiga film-film aenigma. Pemateri 2: Aryanna Yuris, producer dan costume designer. Pemateri 3: Teris Gunawan, asisten sutradara dan production designer film-film aenigma. Kuliah Umum diselenggarakan oleh mahasiswa Studio Konsentrasi Film sebagai media untuk memperluas wawasan mahasiswa tentang industri perfilman Acara dimulai pukul 13.30 dan selesai pukul 16.30. Dengan rincian, pembukaan oleh moderator, sambutan dari salah satu dosen pengampu film Dedi Warsana, M.Sn, lalu pemaparan materi \"Producing, Distributing dan Marketing Film di Industri\" oleh  Aryanna dan Mas Yongki, sesi diskusi 1 dan istirahat sholat ashar. Setelah itu acara lanjut pukul 15.25, pemaparan materi \"Production Design\" oleh Teris dan sesi diskusi menyudahi perkuliahan umum pada hari Kamis, 30 Maret 2023 kali ini.

\"\"

Rangkuman Kuliah Umum

Producing, Distributing dan Marketing. Industri adalah tempat di mana kita bisa mendapatkan nilai ekonomi dari hal yang kita lakukan. Produser, terutama pada film komersil, memiliki tanggung jawab untuk memastikan dana yang ada dapat menghidupi para kru dan keluarganya secara layak. Pitching film (mendapatkan dana, sokongan alat, sponsor, bahkan kru) yang paling penting bukanlah cerita yang bagus. Namun, apakah value yang dapat kita berikan untuk pihak yang kita mintai dukungannya. Pitch deck harus disiapkan berbeda kepada berbeda pihak, harus memikirkan juga apakah sama visi dari pihak yang kita harapkan sokongannya dengan kita. Film yang bagus tidak cukup, orang lain harus tau akan film itu. Orang tau tidak cukup, mereka harus bersedia meluangkan waktu dan uang mereka ada film itu. Itulah pentingnya melakukan 1000% pada produksi film, dan memastikan distribusi dan promosi film berjalan. Film dibuat bersama-sama, dan ditujukan pada orang lain bukan hanya diri kita. Penting untuk menurunkan ego dan menjadi team-man.

Production Design

Semua kru dalam film (artistik, kamera, sound lighting dll) sama pentingnya dalam membuat suatu film. Film membutuhkan team work. Production design harus menyesuaikan juga dengan divisi yang lain, begitu juga divisi yang lain. Steps dari production design: mengerti informasi pada cerita, mengerti kemauan sutradara, membuat konsep artistik yang matang. Agar production design yang menarik: buatlah dunia yang dapat dipercayai sesuai cerita dan visualisasikan, perhatikan detail pada dunia yg sudah dibuat, visualisasikan karakter dengan kostum dan riasan yang tepat. Intinya: riset, visualisasikan dan diskusikan dengan tim.

\"\"

Dalam kesempatan di akhir acara,  Aryanna selaku produser menuturkan: di perusahaan kami, banyak mahasiswa magang dari berbagai perguruan tinggi film di Indonesia, kami melihat bahwa mahasiswa dari prodi FTV, FPSD, UPI memiliki etitude dan kemampuan lebih di banding mahasiswa dari perguruan tinggi lain. Hal ini membuat kami sangat tertarik untuk datang ke UPI guna melihat secara langsung proses perkuliahan dan implementasi kurikulum prodi yang bagi kami telah sangat sesuai dengan kebutuhan industri.  

Penulis: Angel Lika Susanto

Bagikan Artikel: