Rinenggaswara UPI Tampilkan “Pasalingsing” di Festival Seni Internasional MAP 2025 Melaka
Melaka, Malaysia, 9 Agustus 2025 – Kelompok musik Rinenggaswara dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung turut ambil bagian dalam MAP 2025: Wound Program, sebuah festival seni internasional yang berlangsung di Melaka, Malaysia, pada 23–29 Agustus 2025.
Festival ini menghadirkan lebih dari 30 seniman lintas disiplin dari Asia, Eropa, dan Australia yang mengeksplorasi tema besar “The Wound” melalui tari, teater, musik, pertunjukan site-specific, hingga ritual kontemporer. MAP 2025 menjadi ruang kolaborasi dan pertukaran kreatif yang menyoroti persoalan penderitaan, kesadaran, dan transformasi manusia.
Gambar: Suasan pertunjukan Rinenggaswara
Dalam rangkaian festival pada 29 Agustus 2025, Rinenggaswara mempersembahkan karya musik berjudul “Pasalingsing.” Pertunjukan ini memadukan instrumen tradisi dan modern seperti dua kacapi siter, tarawangsa, suling, dan gitar. Lapisan bunyi yang dihasilkan menciptakan tekstur musikal yang saling bersahutan dalam pola ritme berlapis.
Mengusung konsep musik aleatorik, komposisi “Pasalingsing” menempatkan elemen ketidakpastian sebagai sumber kreativitas. Interaksi improvisatif antar-pemusik menjadi bagian penting, sehingga karya berkembang secara spontan di hadapan penonton. Pertunjukan ini tidak hanya menghadirkan pengalaman musikal yang unik, tetapi juga membuka ruang dialog antara tradisi dan modernitas, antara tubuh dan ruang, serta pengalaman personal dan isu kolektif.
MAP 2025 sendiri menampilkan karya di berbagai lokasi ikonik Kota Melaka, mulai dari gudang, reruntuhan bangunan, hingga rumah seniman. Suasana ini menegaskan festival sebagai wadah inklusif yang reflektif terhadap perjalanan artistik interkultural.
Kontributor FPSD Press: Abizar
#FPSD PRESS #SDGs