Kema FPSD UPI Gelar Faculty Leadership Training Sebagai Wadah Membangun Kepemimpinan Mahasiswa
Bandung, 27 Februari 2026 - Keluarga Mahasiswa (KEMA) Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan Faculty Leadership Training 2026 di The Great Dome, Lapang FPSD Lama, Jumat (27/02). Kegiatan ini dirancang sebagai forum penyematan ketua angkatan 2025 di setiap program studi sekaligus sebagai ruang pembinaan kepemimpinan bagi mahasiswa angkatan 2024 dan 2025.
Gambar 1. Kegiatan Faculty Leadership Training Kema FPSD (Sumber: FPSD Press, 2026).
Acara tersebut menempatkan penguatan kapasitas kepemimpinan sebagai fokus utama. Namun, orientasinya tidak berhenti pada pembentukan karakter personal. Panitia merancang pelatihan ini untuk memperkenalkan mahasiswa pada sistem birokrasi organisasi kemahasiswaan di tingkat fakultas serta mendorong terbangunnya koordinasi lintas program studi. Melalui kerja kelompok yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai prodi, peserta diminta menganalisis topik dan studi kasus organisasi guna melatih ketajaman berpikir, kemampuan komunikasi, dan pengambilan keputusan kolektif.
Perwakilan Departemen Acara KEMA FPSD, Fikri, menegaskan bahwa pelatihan ini memiliki fungsi strategis dalam menyiapkan kader pemimpin mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa pemahaman terhadap alur birokrasi menjadi aspek penting agar proses organisasi berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Menurutnya, pembekalan sejak awal akan meminimalkan kesalahan prosedural ketika mahasiswa menjalankan mandat kepemimpinan di kemudian hari.


Gambar 2. Kegiatan Faculty Leadership Training Kema FPSD (Sumber: FPSD Press, 2026).
Kegiatan ini juga menghadirkan alumni FPSD yang kini menjadi tenaga pengajar di lingkungan fakultas, yaitu Galih Jatu Kurnia, S.Pd., M.Sn., Salsa Solli Nafsika, S.Pd., M.Pd., dan Wendy HS, S.Sn., M.A., serta perwakilan himpunan mahasiswa dari setiap program studi. Kehadiran alumni tidak hanya memperkuat jejaring akademik, tetapi juga menghadirkan perspektif praktis mengenai tata kelola organisasi dan etika kepemimpinan.
Dalam sesi pemaparan materi, Wendy HS menjelaskan pentingnya menjalankan birokrasi organisasi secara tertib dan komunikatif. Ia menekankan penerapan tiga ungkapan dasar dalam interaksi organisasi “maaf”, “tolong”, dan “terima kasih” sebagai fondasi etika kerja kolektif. Menurutnya, kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan otoritas struktural, melainkan juga kemampuan membangun relasi yang saling menghargai.
Sementara itu, Galih Jatu Kurnia menyoroti kesatuan visi dan misi sebagai prasyarat utama efektivitas organisasi. Ia menegaskan bahwa sebelum seseorang menjalankan peran sebagai pemimpin, seluruh anggota harus terlebih dahulu memiliki orientasi tujuan yang sama. Pemimpin, dalam pandangannya, tidak cukup hanya mengelola aspek profesional organisasi, tetapi juga harus mampu membina dinamika internal anggota agar bergerak dalam arah yang seragam.

Gambar 3. Kegiatan Faculty Leadership Training Kema FPSD (Sumber: FPSD Press, 2026).
Rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi penyematan ketua angkatan di setiap program studi sebagai simbol dimulainya tanggung jawab kepemimpinan baru di lingkungan FPSD. Penyematan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan komitmen institusional untuk menyiapkan mahasiswa yang memahami tata kelola organisasi, mampu bekerja lintas disiplin, dan memiliki integritas dalam menjalankan amanah.
Melalui Faculty Leadership Training 2026, KEMA FPSD UPI menempatkan pengembangan kepemimpinan mahasiswa sebagai proses terstruktur yang mengintegrasikan pembinaan karakter, pemahaman birokrasi, dan kolaborasi akademik. Agenda ini menjadi bagian dari upaya sistematis fakultas dalam membangun kultur organisasi yang profesional dan berorientasi pada keberlanjutan kepemimpinan mahasiswa.
Kontributor FPSD PRESS: Anma Risanti Maulidia & Nayla Putri Lisandi
#FPSDPRESS#SDGs