FPSD Assistant

Siap membantu Anda

Halo! Ada yang bisa kami bantu? Silakan masukkan nama Anda untuk memulai percakapan.

Kembali ke Daftar Berita
27 December 2024 Artikel

Konser Stringentissimo “Roots and Wings, Earth and Humanity” - Stringentissimo’s LTT#3

17 Desember 2024, lobi Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) disulap menjadi panggung megah untuk konser bertajuk “Roots and Wings, Earth and Humanity”. Dalam suasana syahdu yang diterangi lilin-lilin alami, ansambel Stringentissimo bersama Vollsex Quartet menghadirkan harmoni yang memukau, menggabungkan musik, puisi, dan interpretasi visual dalam satu sajian utuh.

Konser ini merupakan kolaborasi lintas program studi, melibatkan mahasiswa dari Prodi Musik dan Pendidikan Seni Musik (FPSD), Prodi Manajemen Perkantoran (FPEB), serta Prodi Pendidikan dan Sastra Inggris (FPBS). Acara ini juga menjadi wujud integrasi hasil pembelajaran dari mata kuliah Harmoni II, Conducting, dan Studio Eksplorasi Musik.

Act 1: Roots and Wings
Dibuka dengan tema Roots and Wings, Vollsex Quartet membawakan deretan komposisi orisinal yang dihasilkan mahasiswa Prodi Musik. Repertoar seperti Dim Light (Graciella Georgina), Macaja (M. Firzan Firdaus), October in Motion (Alif Faisa Arsy), dan Ruins of Thought (Tasya Billa Putri) mengeksplorasi ide tentang akar budaya dan mimpi kebebasan. Karya-karya ini menampilkan teknik bermain string yang kompleks sekaligus menyentuh, membawa audiens merasakan berbagai emosi mendalam. Komposisi lainnya seperti Fatalism Fantasy (Hasan Fadhilah Safarudin), Upweke Katikati Ya Umati (Syadidan Raihan Nata), serta String Quartet No. 1 (Adam Zidane Alvito Jusuf) melengkapi perjalanan musikal sesi ini dengan nuansa yang kuat dan bervariasi.

Act 2: Earth and Humanity
Pada sesi kedua, Stringentissimo bergabung dengan Vollsex Quartet untuk menghadirkan repertoar bertema Earth and Humanity. Karya seperti 49870: Elegie for the Lost Soul (Insan Nurokhim) dan 8182048: Human (Rollof Jons Rasera) menyuarakan refleksi tentang kemanusiaan di tengah tantangan zaman. Puisi resitatif oleh Giant Hakim Anartha dan Reghita Alya Shafira semakin memperdalam pesan dari komposisi musik yang dimainkan. Sorotan lainnya termasuk Mother of Mothers: Farewell (Fazli Fathehatul Tamziz), yang membangkitkan rasa haru, serta Plea for Peace: Dance of Virgo and Sagittarius (Insan Nurokhim) sebagai penutup yang megah.

Kesan dan Pesan dari Konser

Dosen yang hadir memberikan apresiasi besar terhadap kolaborasi lintas disiplin yang ditampilkan. “Kolaborasi string dan puisi—mungkin kita bisa menyebutnya stringisasipuisi—menciptakan suasana yang begitu mendalam. Gedung FPSD yang baru ini benar-benar mendukung kreativitas mahasiswa, baik dari sisi akustik maupun estetika,” ujar salah satu dosen, sembari menunjuk pada harmoni antara penataan lilin dan formasi orkestra yang terlihat indah dari lantai atas.

Semangat kolaborasi lintas program studi menjadi salah satu poin penting yang diangkat dalam konser ini. Diharapkan, di masa depan, lebih banyak kolaborasi lintas keilmuan seni dan desain dapat diwujudkan dalam kerangka kebersamaan yang semakin erat.

Dengan integrasi yang luar biasa dari hasil perkuliahan, kreativitas mahasiswa, dan visi kolaborasi lintas program studi, konser Stringentissimo tahun ini telah membuktikan bahwa seni tidak hanya dapat menginspirasi, tetapi juga menyatukan.

Kontributor tulisan: Enry Johan Jaohari, Novi Purnama Koswara

Bagikan Artikel: