FPSD Assistant

Siap membantu Anda

Halo! Ada yang bisa kami bantu? Silakan masukkan nama Anda untuk memulai percakapan.

Kembali ke Daftar Berita
25 September 2025 Artikel

Finder 7: Ruang Kreatif, Inklusif dan Mendunia

Finder 7: Ruang Kreatif, Inklusif dan Mendunia

Finder 7: Ruang Kreatif, Inklusif dan Mendunia

FPSD PRESS -
Bandung, 17 September 2025.
Finder 7 kembali
berikan persembahan dan pertunjukan yang spektakuler dengan memberikan pameran
dan penampilan yang ditunggu setiap tahunnya. Tahun ini, Finder menghadirkan
nuansa baru dengan menekankan aspek inklusivitas, kolaborasi lintas disiplin
ilmu, serta keterlibatan pihak internasional.

(Sumber: FPSD PRESS)

Berdasarkan
informasi dari panitia, yaitu Zahra menuturkan bahwa Finder menjadi istimewa
karena ramah terhadap penyandang disabilitas. Karya yang dipamerkan tidak hanya
indah, tetapi juga dapat dinikmati oleh semua kalangan. Misalnya, penempatan
karya tidak terlalu tinggi sehingga mudah dijangkau, serta adanya karya
berbasis teknologi seperti VR, animasi, dan sensing touch type.

Selain
menampilkan karya visual, Finder juga menghadirkan berbagai macam pengalaman
interaktif melalui berbagai media. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri,
mengingat seni kini tidak lagi hanya sebatas dilihat, tetapi juga dapat
disentuh, dirasakan, bahkan dialami secara digital. Yang membuat Finder semakin
unik adalah kolaborasi lintas program studi yang ada di Fakultas Pendidikan
Seni dan Desain (FPSD). Suasananya meriah karena digelar pada bulan pertama
perkuliahan, ketika mahasiswa sudah berkumpul, tetapi belum terlalu sibuk
dengan aktivitas akademik.

Tak hanya mahasiswa, dosen pun turut
memberikan dukungan penuh. Mereka mengayomi serta mendampingi mahasiswa dalam
menyelenggarakan kegiatan, sehingga Finder tidak hanya menjadi ajang unjuk
karya, tetapi juga ruang belajar kolaboratif.

(Sumber:
FPSD PRESS)

Acara ini pun
melibatkan banyak pihak eksternal. Kementerian Kebudayaan hadir sebagai
narasumber, sementara dari daerah terdapat Dinas Kabupaten Pemalang yang
bekerja sama dengan DKV UPI. Pameran ini juga merupakan output dari Project
Based Learning
(PBL) dengan tema UMKM Pemalang. Setiap dinas memiliki UMKM
binaan yang kemudian dibantu mahasiswa DKV dari sisi branding, desain kemasan,
hingga strategi visual agar produk lokal bisa naik kelas.

Keterlibatan ini
menunjukkan bahwa mata kuliah di DKV UPI tidak hanya berhenti di ruang kelas,
tetapi menghasilkan karya nyata yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Mahasiswa dituntut untuk mampu menghasilkan karya yang aplikatif, mulai dari
desain hingga strategi pemasaran visual. Menurut ibu Palupi Argani, dosen DKV
sekaligus narasumber acara.

Finder 2025 juga
dimeriahkan oleh berbagai agenda menarik, salah satunya lomba cosplay yang
mendapat dukungan langsung dari pihak Jepang. Tidak berhenti di situ, acara ini
juga menghadirkan partisipan internasional. Seniman personal dari berbagai
negara seperti Inggris, Kanada, dan Tiongkok turut serta dengan karya mereka.

(Sumber: FPSD PRESS)

Kesempatan untuk
berpartisipasi pun terbuka luas melalui sistem open submission, sehingga siapa
pun, baik seniman lokal maupun internasional, bisa berkontribusi. Hal ini
menjadikan Finder bukan hanya ajang pameran seni mahasiswa, melainkan festival
kreatif berskala global. Dengan semangat inklusivitas, kolaborasi, dan
internasionalisasi, Finder 2025 membuktikan bahwa seni dapat menjadi jembatan
antara kampus, masyarakat, hingga dunia. Lebih dari sekadar pameran, Finder
adalah ruang kreatif bersama yang menghadirkan pengalaman, peluang, dan harapan
baru bagi semua kalangan.

Reporter: Anma
Risanti Maulidia

Editor: Mochamad
Fiore Aditya Firmansyah

#FPSD PRESS #SDGs

 

Bagikan Artikel: